DIAGNOSA,INTERVENSI
DAN EVALUASI
Tujuan
Asuhan Keperawatan Lanjut Usia
Agar
lanjut usia dapat melaukan kegiatan sehari –hari secara mandiri dengan:
- Mempertahankan kesehatan serta kemampuan dari mereka yang usianya telah lanjut dengan jalan perawatan dan pencegahan.
- Membantu mempertahankan serta membesarkan daya hidup atau semangat hidup klien lanjut usia (life support)
- menolong dan merawat klien lanjut usia yang menderita penyakit atau gangguan baik kronis maupun akut.
- Merangsang para petugas kesehatan untuk dapat mengenal dan menegakkan diagnosa yang tepat dan dini, bila mereka menjumpai kelainan tertentu
- Mencari upaya semaksimal mungkin, agar para klien lanjut usia yang menderita suatu penyakit, masih dapat mempertahankan kebebasan yang maksimal tanpa perlu suatu pertolongan (memelihara kemandirian secara maksimal).
Fokus Keperawatan Lanjut Usia
Keperawatan
lanjut usia berfokus pada :
- Peningkatan kesehatan (helth promotion)
- Pencegahan penyakit (preventif)
- Mengoptimalkan fungsi mental
- Mengatasi gangguan kesehatan yang umum.
Masalah / Diagnosa Keperawatan
- Fisik / Biologis
- Gangguan nutrisi (kurang dari kebutuhan tubuh s.d. intake yang tidak adekuat)
- Gangguan persepsi s.d. gangguan pendengaran/penglihatan.
- Kurangnya perawtan diri s.d. menurunnya minat dalam merawat diri.
- Resiko cidera fisik (jatuh) s.d. penyesuaian terhadap penurunan fungsi tubuh tidak adekuat.
- Perubahan pola eliminasi s.d. pola makan yang tidak efektif.
- Gangguan pola tidur s.d. kecemasan atau nyeri.
- Gangguan pola nafas s.d. penyempitan jalan nafas.
- Gangguan mobilisasi s.d. kek sendi.
2. Spiritual
- reaksi berkabung / berduka s.d. ditinggal pasangan.
- penolakan terhadap proses penuaan s.d. ketidaksiapan menghadapi kematian.
- marah terhadap Tuhan s.d. kegagalan yang dialami.
- perasaan tidak tenang s.d. ketidakmampuan melakukan ibadah secara tidak tepat.
Intervensi keperawatan
Tujuan perencanaan :
Membantu lansia berfungsi seoptimal mungkin sesuai dengan
kemampuan dan kondisi fisik, psikologis, dan sosial dengan tidak tergantung
pada orang lain.
Tujuan tindakan keperawatan, ditujuakan pada pemenuhan
kebutuhan dasar :
- Pemenuhan kebutuhan nutrisi
- Meningkatkan keamanan dan keselamatan.
- Memlihara kebersihan diri
- Memelihara keseimbangan istirahat / tidur.
- Meningkatkan hubungan interpersonalmelalui komunikasi efektif.
Pemenuhan kebutuhan nutrisi
Peran pemenuhan kebutuhan gizi untuk mempertahankan
kkesehatan dan kebugaran serta memperlambat timbulnya penyakit
degenaratif sehingga menjamin hari tua tetap sehat dan aktif.
Masalah yang sering dihadapi : penurunan alat penciuman
dan pengecapan, pengunyahan kurang sempurna, rasa kurang nyaman saat makan
karena gigi tidak lengkap, rasa penuh diperut dan kesukaran BAB karena
melemahnya otot lambung dan peristaltik usus sehingga nafsu makan berkurang.
Menolak makan/makan berlebihan akibat kecemasan dan putus
asa akibat gangguan tugas perkembangan.
Masalah gizi yang sering timbul : gizi berlebihan, gizi
kurang, kekurangan vitamin, kelebihan vitamin.
Intervensi :
Berikan makanan porsi kecil tapi sering.
Berikan banyak minum dan kurangi makan.
Usahakan makanan banyak mengandung serat..
Batasai makanan yang mengandung kalori (gula, makanan
manis, minyak, makanan berlemak).
Kebutuhan kalori laki-laki 2100 kalori, wanita 1700
kalori:
KH 60% dari jumlah kalori
Lemak 15 – 20%
Protein 20 – 25%
Vitamin dan mineral > kebutuhan usia muda.
Air 6 – 8 gelang/hari.
Membatasi minum kopi dan teh.
Meningkatkan keamanan dan keselamatan lansia
Kecelakaan yang sering terjadi : jatuh, kecelakaan lalu
lintas, kebakaran è karena fleksibilitas kai mulai berkurang, penurunan fungsi
pendengaran dan penglihatan, lingkungan yang kurang aman
Intervensi:
biarkan menggunakan alat bantu
latih untuk / mobilisasi
menggunakan kaca mata
menemani bila berpergian
ruangan dekat kantor
meletakkan bel dibawah bantal
tempat tidur tidak terlalu tinggi
menyediakan meja kecil dekat tempat tidur
lantai bersih, rata dan tidak licin / basah
Peralatan yang menggunakan roda dikunci
Pasang pengaman dikamar mandi
Hindari lampuyang redup dan yang menyilaukan ( sebaiknya
lampu 70-100 watt)
Gunakan sepatu dan sandal yang beralas karet
Memelihara kebersihan diri :
Sebagaian lansia mengalami kemunduran /motivasi untuk
melakukan perawatan diri secara teraturè karena penurunan daya ingat, kebiasaan
diusia muda, kelemahan dan tidakmampuan.
Masalah :keringat berkurang è kulit lansia bersisik,
kering
Intervensi :
Mengingatkan / membantu
Menganjurkan untuk menggunakan sabun lunak dan gunakan
skin lotion.
Memelihara keseimbangan istirahat / tidur :
Masalah yang sering terjadi :gangguan tidur
Intervensi :
Menyediakan tempat tidur yang nyaman
Mengatur lingkungan yang cukup ventilasi
Melatih melakukan latihan fisik yang ringan
(berkebun, berjalan, dll)
Meningkatkan hubungan interpersonal :
Masalah yang sering ditemukan : penurunan daya ingat,
pikun, depresi, lekas marah mudah tersinggung, curiga dapat terjadi
karena hubungan interpersonal yang tidak adekuat
Intervensi
Berkomunikasi dengan kontak mata
Memberikan stimulus/mengingatkan lansia terhadap kegiatan
yang akan dilakukan
Memberikan kesempatan untuk mengekspresikan perasaan
Menghargai pendapat lansia
Melibatkan lansia dalam kegiatan sehari–hari sesuai
dengan kemampuan.
EVALUASI
1.Tanda-tanda vital dalam batas normal
2.Renspon klien terhadap aktivitas
mulai membaik
3.Klien melapornyeri/ ketidaknyamanan telah berkurang
4.Klien sudah mulai bisa melakukan aktivitas
5.Menunjukkan penurunan dalam tanda-tanda intoleransi fisiologi.